Gunungkidul · DIY · Sejak 2012

Pusat Pemberdayaan Disabilitas Mitra Sejahtera

Organisasi penyandang disabilitas yang mandiri dan inklusif, menumbuhkan kekeluargaan, membuka akses publik, dan memperjuangkan kesejahteraan difabel bersama keluarganya.

400+Anggota difabel
18Kecamatan di Gunungkidul
2012Berdiri sejak
Latar Belakang

Lahir dari Keprihatinan, Tumbuh sebagai Gerakan Bottom-up

PPDMS berdiri pada 9 Mei 2012 di Kalurahan Nglipar, Kapanewon Nglipar, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Lembaga ini lahir dari keprihatinan Hardiyo dan sejumlah sahabat difabel terhadap stigma "Sehat Jasmani dan Rohani" yang dinilai diskriminatif, sekaligus keinginan membuka akses publik bagi kelompok difabel yang selama ini terpinggirkan.

Bermula sebagai organisasi penyandang disabilitas binaan Pusat Rehabilitasi Yakkum, PPDMS kini telah mandiri dan menaungi lebih dari 400 anggota yang tersebar di 18 kecamatan. Keistimewaannya terletak pada pengelolaannya: seluruh kegiatan dijalankan langsung oleh anggota, sehingga organisasi tumbuh sebagai gerakan dari bawah ke atas yang benar-benar berpihak pada kebutuhan para difabel di lapangan.

Konsistensi PPDMS dalam menghadirkan model pemberdayaan yang inklusif menjadikannya rujukan penelitian berbagai perguruan tinggi, antara lain UGM, UNY, UKDW, hingga UNNES. Kehadirannya bukan sekadar wadah berkumpul, melainkan bukti bahwa penyandang disabilitas mampu menjadi subjek pembangunan bagi dirinya dan komunitasnya.

Aktivitas PPDMS bersama anggota difabel
Visi & Misi

Tangguh, Inklusif, dan Sejahtera Bersama

Visi PPDMS adalah menumbuhkan kekeluargaan, kerja sama, dan keterbukaan akses publik demi terwujudnya kesejahteraan penyandang disabilitas beserta keluarganya. Visi ini tidak berhenti pada wacana, melainkan dijabarkan menjadi empat misi yang saling menopang dan dijalankan secara berurutan.

Misi pertama adalah menumbuhkan kekeluargaan antarpenyandang disabilitas sebagai kekuatan bersama, karena solidaritas menjadi modal utama menghadapi stigma. Misi kedua mendorong peningkatan pengetahuan dan keterampilan anggota menuju kemandirian dan daya saing, disesuaikan dengan potensi tiap individu.

Dua misi terakhir berfokus pada pemenuhan hak-hak difabel dan perwujudan kesejahteraan melalui pemberdayaan di tingkat desa. Dengan kerangka ini, PPDMS memastikan setiap anggota tidak hanya diberdayakan secara sosial, tetapi juga memiliki tempat dan peran nyata dalam pembangunan komunitasnya.

Program Kami

Langkah Nyata Kami

Seluruh program PPDMS dijalankan berurutan mengikuti model pemberdayaan empat tahap, yaitu pendekatan personal, penyadaran, pengkapasitasan, hingga pendayaan kelompok di tingkat desa. Di bidang ekonomi, anggota diberdayakan melalui kerajinan keset kain perca yang menembus pasar Eropa, batik ciprat, serta pelatihan internet marketing agar pemasaran berjalan mandiri dan berkelanjutan.

Dalam kebencanaan inklusif, Forum Disabilitas Tangguh Bencana (FDTB) aktif melakukan revitalisasi resan, reboisasi, dan penguatan kesiapsiagaan bagi kelompok berisiko. Sementara itu, PUTPAT CAMAT menghadirkan edukasi kebencanaan, disabilitas, dan pengetahuan umum lewat board game yang melibatkan anggota difabel dalam produksinya sebagai social enterprise.

Di bidang advokasi, PPDMS mendorong dana desa inklusif dan keterwakilan difabel dalam Musrenbang. Layanan kesehatan dan sosial dihadirkan lewat Pos Bindu, dropping air saat kekeringan, peer support, dan karawitan inklusif, ditambah perjuangan pendirian Sekolah Luar Biasa serta beragam pelatihan keterampilan, misalnya komputer, fotografi, keset, dan batik, yang disesuaikan dengan kemampuan tiap anggota.

Didukung Oleh

Terlibat Bersama Kami

Dukung pemberdayaan disabilitas di Gunungkidul, lewat kemitraan, donasi, atau bergabung menjadi relawan.

Galeri

Foto Kegiatan Kami